“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" Yohanes 15:16
Tampilkan postingan dengan label Kidung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kidung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2011

"Semua Baik" (The Story Behind The Song)

"Dari semula, t'lah Kau tetapkan..
hidupku dalam tanganMu, dalam rencanaMu Tuhan..
Rencana indah t'lah Kau siapkan..
bagi masa depanku yang penuh harapan..."

"S'mua baik.....s'mua baik...
apa yang t'lah Kau perbuat di dalam hidupku..
S'mua baik....sungguh teramat baik..
Kau jadikan hidupku berarti"


Sebagai seorang songwriter lagu Kristiani, saya memberi nilai sangat tinggi untuk lagu ini. Bagi saya pribadi, lagu "Semua Baik" ini levelnya sama dengan lagu "Amazing Grace" (John Newton), “Still” (Ruben Morgan/Hillsong), lagu yang so simple tapi membawa kepada dimensi hubungan yang sangat teramat dekat dengan Tuhan. Bagi saya lagu "Semua Baik" adalah lagu yang tak akan lekang oleh waktu. Dengan kata lain lagu yang tidak mengenal season. Generasi demi generasi akan mengucap syukur kepada Tuhan melalui lagu ini. Sing that God is good all the time. Apakah dalam hidup ini jarum jam sedang berada di angka 12 (di atas), atau sedang berada di angka 6 (di bawah), GOD IS GOOD. Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan dalam hidup kita.

Rabu, 26 Oktober 2011

Mengumpulkan Persembahan Tanpa Nyanyian

Adalah hal yang biasa dalam sebuah Kebaktian Minggu, jemaat menyanyikan pujian saat mengumpulkan persembahan (kolekte).  Tapi di GKPI, sejak berdirinya pada tahun 1964 yang lalu, saat mengumpulkan persembahan jemaat tidak menyanyikan pujian. Setelah persembahan yang dikumpulkan tersebut didoakan barulah jemaat menyanyikan sebuah lagu pujian yang biasanya dipilih lagu bertema ucapan syukur.

Meskipun itu merupakan tradisi - bahkan ciri khas - di GKPI, namun banyak juga Jemaat GKPI yang mengisi saat pengumpulan persembahan itu dengan memainkan alat musik (biasanya organ/keyboard secara instrument). Dengan melakukan hal itu sebenarnya, sadar atau tidak, Jemaat-Jemaat tersebut sedang mengaburkan tradisi yang justru menghilangkan makna pengumpulan persembahan di GKPI. Dengan volume suara sepelan apapun, itu tidaklah membantu jemaat untuk kusyuk dalam berdoa, apalagi kalau instrument tersebut dilantunkan dengan volume suara yang keras. Dalam hal ini, justru Jemaat-Jemaat kecil di pedesaan yang melakukannya dengan benar karena Jemaat-Jemaat kecil tersebut tidak memiliki alat musik.

Jumat, 07 Oktober 2011

"Amazing Grace" (The Story Behind The Song)

Kisah Nyata Di Balik Lagu “Amazing Grace”

Tahun 2006 lalu sebuah film Hollywood, "Amazing Grace" dirilis di Amerika Serikat, Inggris dan Irlandia. Pemutaran di Republik Irlandia diadakan di Buncrana, di tepi Lough Swilly di wilayah Donegal.  Film itu memaparkan kisah William Wilberforce seorang politikus muda Inggris yang berjuang untuk menghapus perdagangan budak di Inggris.

Soundtrack lagu film tersebut adalah “Amazing Grace”. Pernah dengar lagu “Amazing Grace”? Ini sebuah lagu terkenal yang syairnya cukup akrab di telinga orang Kristen. Lagu ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, setidaknya sebagai gubahan. Lagu “Ajaib Benar Anugerah” dalam Kidung Jemaat No. 40 merupakan salah satunya.

"Amazing Grace" adalah sebuah himne Kristen, liriknya ditulis oleh penyair Inggris yang juga seorang pendeta; John Newton (1725-1807), diterbitkan pada 1779. Dengan pesan bahwa hanya  pengampunan dan penebusan yang memungkinkan  orang terlepas dari dosa-dosa  dan bahwa jiwa dapat dibebaskan dari keputusasaan melalui belas kasihan Allah, "Amazing Grace" adalah salah satu lagu yang paling terkenal di dunia.

Siapa John Newton, penulis lagu yang terkenal itu? Apa latar belakang penulisan lagu yang indah itu? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.  Memang jauh dari sempurna, tapi setidaknya lumayan membantu.

Kamis, 06 Oktober 2011

Kuasa Tersembunyi dalam Pujian

Pengantar
Pada saat seseorang mengumandangkan lagu pujian, hal itu sama dengan berdoa karena kita berkomunikasi dengan Allah dan sekaligus mengakui kuasa-Nya untuk menolong kita. Penyembahan dan pujian adalah bentuk doa yang paling murni karena keduanya memfokuskan pikiran dan jiwa kita sepenuhnya, bukan kepada diri kita sendiri, namun kepada Dia yang kita puji atau ungkapkan dalam doa dengan kata-kata yang keluar dari hati kita. Suatu prinsip kiranya perlu kita pegang yaitu,“Doa akan membuat orang berhenti berdosa, tetapi sebaliknya dosa membuat orang berhenti berdoa.” Menyanyikan lagu pujian adalah doa yang kita ungkapkan kepada-Nya dari relung hati kita yang paling dalam.

Bernyanyi berarti mengomunikasikan kerinduan kita kepada-Nya, mendekatkan diri kita kepada-Nya dan menyambut hadirat-Nya di dalam diri kita. Bila kita memuji dan menyembah Allah, hadirat-Nya menyertai kita, karena “Sesungguhnya kita menjadi seperti apa atau siapa yang kita sembah” (Mzm. 115: 3-8).

Menyampaikan lagu pujian kepada Allah, baik sendiri maupun secara bersama (paduan suara), adalah suatu tindakan yang dapat berpengaruh mengubah perasaan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang yang mendengarnya. Itulah sebabnya lagu pujian perlu dipahami oleh pemadah maupun pendengarnya, sehingga meresap di hati kita. Salah satu hal yang luar biasa dari Allah ialah bahwa Ia hidup di dalam pujian kita, dan Ia berada di tengah-tengah pujian kita kepada-Nya. Mzm. 22:4 berbunyi, “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”

Jumat, 30 September 2011

Peranan Paduan Suara Dalam Ibadah

Pendahuluan
Tidak diragukan lagi bahwa musik merupakan bagian penting dari ibadah agama Kristen. Di sepanjang sejarah ibadah umat Kristen, musik telah dipakai. Di dalam 1 Korintus 14:26 yang merupakan sumber informasi kita mengenai ibadah yang dilakukan oleh jemaat mula-mula, kita dapat membaca adanya musik: Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Melalui musik, orang dapat mengekspresikan emosinya, mulai dari rasa pedih yang mendalam hingga rasa sukacita yang luar biasa. Melalui musik juga, kabar baik dapat diberitakan dan orang dapat merespons dengan doa. Bahkan, musik dapat dikatakan merupakan cara yang paling universal untuk menjelaskan liturgi. 1)

Salah satu bentuk ekspresi musik dalam ibadah di gereja adalah paduan suara. Rasanya hampir semua gereja memilikinya, bahkan beberapa gereja memiliki dalam jumlah besar berdasarkan setiap kategori usia, misalnya Paduan Suara Komisi Anak, Paduan Suara Komisi Remaja, Paduan Suara Komisi Pemuda, Paduan Suara Komisi Wanita, dan seterusnya. Setiap ibadah Minggu, biasanya ada paduan suara yang membawakan satu atau dua lagu. Bahkan banyak paduan suara dibentuk oleh anggota jemaat untuk menjalankan fungsi-fungsi lain seperti mengikuti lomba atau mengadakan konser.

Namun seperti apakah paduan suara itu sesungguhnya dan bagaimana fungsinya dalam ibadah? Apakah yang selama ini dilakukan dalam jemaat sudah tepat? Penulis mencoba menjawab pertanyaan tersebut.