“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" Yohanes 15:16
Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Liturgi Ragam Bahasa


Atas permintaan Ibu Evy Herawati br Situmeang, guru sekolah minggu di GBP (Gereja Bethel Pembaruan) Ekklesia Jakarta Timur. Disini saya posting lagi Liturgi Ragam Bahasa dari Roma 1:20.

 “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”

Jumat, 25 November 2011

Sejarah dan Tradisi Pohon Natal

Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16. Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.

Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain. Pohon Natal dari cemara yang tergolong “evergreen” ini juga melambangkan “hidup kekal”, sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara, selalu hijau daunnya.

Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di Rockefeller Center di 5th Avenue, New York, Amerika Serikat.

Ada beberapa legenda yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai asal mula pohon natal:

Ucapan "Selamat Natal" dalam 123 Bahasa


Afrikaans: Geseënde Kersfees

Afrikander:
Een Plesierige Kerfees

African/Eritrean/Tigrinja:
Rehus Beal Ledeats

Albanian:
Gezur Krislinjden

Arabic:
Milad Majid

Argentine:
Feliz Navidad

Kamis, 24 November 2011

Puisi-Puisi Natal


Asalkan Yesus Bersama Kita

Tidak apa-apa Papa
Bila Natal kali ini aku memakai baju yang lama
Aku akan tetap lebih gemerlap daripada pohon terang itu
Karena sukacita berpendar dihatiku

Tidak apa-apa Mama
Sepatuku yang lama masih indah dipandang
Bintang pengharapan menuntunku tetap
Membawaku percaya dengan hati mantap

Tidak ada kue lezat dan kado berpita
Sungguh tidak mengapa Papa Mama tercinta
Asalkan Yesus bersama kita
O alangkah indahnya hidup kita

Christmas Poems


Christmas is a time for love and fun

Christmas is a time for love and fun,
A time to reshape souls and roots and skies,
A time to give your heart to everyone
Freely, like a rich and lavish sun,
Like a burning star to those whose lonely sighs
Show need of such a time for love and fun.

For children first, whose pain is never done,
Whose bright white fire of anguish never dies,
It's time to give your heart to every one,

That not one angel fall, to hatred won
For lack of ears to listen to her cries,
Or arms to carry him towards love and fun,

Selasa, 15 November 2011

Naskah Drama Natal Anak: "Pengharapan Di Tengah Kesesakan"

Oleh: Purnawan Kristanto

Sinopsis:
Di padang Efrata, Zakaria bertengkar dengan Zebulon. Mereka berebut padang penggembalaan. Simeon menengahi pertengkaran itu. Mereka sepakat untuk menyampaikan persoalan ini kepada majikan masing-masing.
Di tempat lain, Naftali dan Dina (adik-adik Simeon) dikejar-kejar tentara Romawi karena mengamen di pasar. Dia bersembunyi di dalam rumah. Tentara Romawi menyusul sampai di rumah. Sarah (ibu Naftali) memintakan maaf untuk anak-anaknya. Tentara Romawi bersedia melepaskan setelah meminta uang suap.
Di rumah Pak Yoas, Simeon menyampaikan persoalan di padang Efrata kepada majikannya itu. Pak Yoas malah mengeluhkan keadaan yang semakin sulit. Padang rumput semakin susah didapat karena dipakai oleh tentara Romawi untuk membangun benteng pertahanan dan pasar. Padang-padang rumput yang tersisa juga dikuasai oleh tentara Romawi. Setiap peternak harus membayar sewa untuk menggembalakan di situ. Yoas tidak merasa tidak mampu membayar sewa. Yoas punya rencana untuk berhenti berternak domba saja.
Simeon pulang ke padang Efrata dengan hati gundah. Kalau Yoas benar-benar menutup usahanya, maka dia akan kehilangan pekerjaan. Padahal dia harus menghidupi ibunya, yang sudah menjanda dan Naftali, adiknya. Saat Simeon sampai di padang Efrata, ibu dan adiknya sudah menyusul di sana. Mereka memberitahukan bahwa kehabisan uang untuk makan besok. Simeon hampir putus asa. Sebelum pulang, ibunya mengingatkan Simeon tentang janji Tuhan yang akan mengirimkan seorang Mesias, yang akan memerintah dengan adil. Simeon menanggapinya dengan dingin.
Tak lama kemudian, terjadi peristiwa luarbiasa. Malaikat mendatangi Simeon dan kawan-kawannya, untuk memberitahukan kedatangan Juruselamat. Para gembala segera pergi ke Betlehem, seperti yang diperintahkan malaikat. Sesudah itu Simeon pulang untuk memberitakan dua kabar baik. Pertama, kabar baik tentang kedatangan juruselamat. Kedua, tentang perkenalannya dengan para Majus di Betlehem. Para Majus itu memberitahukan ada padang rumput yang sangat subur dan luas di sebelah Timur. Simeon lalu berpamitan untuk  untuk menggembala di sana.

Naskah Drama Natal Anak: "Mencari Karung Santa"

Oleh: Purnawan Kristanto

Sinopsis:
Drama ini bersifat interaktif. Penonton akan dilibatkan untuk melakukan aktivitas tertentu. Misalnya menempelkan gambar pada tempat yang cocok, menyanyi bersama, menghitung bersama dll.

Menjelang bulan Desember, Bu Santa Claus menyiapkan hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak di seluruh dunia. Pak Santa sedang tidak ada di rumah karena sedang memperbaiki kereta saljunya. Bu Santa memasukkan semua hadiahnya ke dalam karung.

Sementara itu di sebuah pegunungan, tidak jauh dari rumah Santa Claus, hiduplah lima raksasa. Kelima raksasa itu bernama Raksasa Egois, Raksasa Iri Hati, Raksasa Kebencian, Raksasa Kemarahan dan Raksasa Pemberontak. Mereka sedang mengadakan rapat. Semua raksasa tidak senang pada pekerjaan Santa karena membuat anak-anak di seluruh dunia berkelakuan baik. Akibatnya, mereka tidak dapat menggoda anak-anak supaya berbuat jahat. Dalam rapat itu diputuskan akan mencuri karung hadiah Santa Claus.

Bu Santa pun harus mencari karung itu. Di tengah jalan, dia bertemu dengan Dora, Diego dan Bud. Santa menceritakan masalah yang dia hadapi. Mereka bergabung dengan perjalanan Bu Santa.

Dalam perjalanan itu mereka menemui berbagai hambatan dari Kelima Raksasa. Supaya mendapatkan karung tersebut, Bu Santa dan kawan-kawan harus bisa melewati semua tantangan. Untuk itu mereka harus meminta tolong penonton.

Berkat kekompakan dan kerjasama akhirnya bu Santa berhasil menemukan kembali karungnya yang hilang.  Dia segera membagi-bagikan isi karung kepada penonton.

Selasa, 08 November 2011

Liturgi Natal Umum

Menjelang Perayaan Natal di tahun ini, kita disibukkan dengan berbagai persiapan untuk memeriahkan perayaan tersebut. Salah satunya tentu mengumpulkan bahan-bahan liturgi. Mulai dari bahan liturgi untuk Sekolah Minggu sampai bahan liturgi untuk umum. Pada postingan ini, saya memuat contoh bahan liturgi untuk Natal Umum, yang setidaknya dapat membantu banyak pihak untuk menjadikannya sebagai bahan acuan. Silahkan meng-copy-paste-nya, dan selamat mempersiapkan Perayaan Natal… Tuhan Yesus memberkati!

LITURGI  I  (Penciptaan)
Tuhan Allah adalah Raja Yang Maha Kuasa, ia menciptakan langit, bumi serta seluruh alam semesta. Cakrawala yang luas dan elok, gunung-gunung yang menjulang tinggi, burung-burung yang berkicau dengan merdu, semuanya menunjukkan keindahan hasil karya tangan Tuhan Allah. Bagaimanakah semua ini bisa terjadi?…… Mari kita dengarkan LITURGI  I.

Selasa, 01 November 2011

Liturgi Ragam Bahasa Asing

 Untuk melengkapi Liturgi Ragam Bahasa Derah yang sudah pernah saya posting di blog ini, di sini kembali saya sediakan kumpulan Liturgi Ragam Bahasa Asing yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Nas Alkitab yang adalah dipilih Yohanes 3:16:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” 


1. Azerbaijan
“Çünkı Allah dünyanı elə sevdi ki, vahid Oğlunu verdi; bunu ona görə etdi ki, Ona iman edən hər kəs həlak olmasın, amma əbədi həyata malik olsun.”

Sabtu, 29 Oktober 2011

Liturgi Ragam Bahasa Daerah di Indonesia

Dalam perayaan Natal, selalu diadakan pembacaan nas Alkitab berkelompok atau biasa disebut ‘liturgi’. Tentu pembacaan itu sudah ada urutannya; Penciptaan – Kejatuhan dalam dosa – panggilan Pertobatan – Janji keselamatan – Kelahiran Tuhan Yesus. Tapi tidak salah jika dalam rangkaian ‘liturgi’ itu diselipkan liturgi yang sedikit kreatif.

Di sini saya sediakan kumpulan liturgi ragam bahasa yang bisa di copy-paste. Untuk edisi kali ini saya menyusun Liturgi Ragam Bahasa Daerah (bahasa suku) di Indonesia yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Nas Alkitab yang dipilih adalah Yohanes 3:16:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”