“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" Yohanes 15:16
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Mengenal Potensi Diri

Ada sebuah pertanyaan sederhana yang jawabannya tidak sesederhana pertanyaannya. Pertanyaan itu ialah, “Siapakah aku?” Sepintas, pertanyaan di atas sangat lucu, bagaimana mungkin kita tidak tahu siapa diri kita sendiri. Tetapi, begitulah memang kenyataannya. Simak saja, kita dengan spontan menjawab jika ditanya, siapa nama anda?, apa pekerjaan anda?, dimana anda tinggal?… Tapi jika pertanyaannya, “siapakah aku?”, kita mengernyitkan dahi, ambil waktu berpikir, bahkan tidak sedikit yang tidak dapat menjawabnya.

Potensi Diri
Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam berprestasi. Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang, setiap orang memilikinya (Siahaan,Parlindungan,2005:4).

Secara umum potensi diri yang ada pada setiap manusia dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu:

Rabu, 19 Oktober 2011

Jembatan Harapan

Sore itu perasaan Gedok sedang sangat kelam. Sepulang dari kerja ia langsung menyelonong masuk ke rumah dan berbaring di ranjangnya. Bagaimana perasaannya tidak kelam, dia sedang menanggung hutang ratusan juta rupiah!?!

Setahun yang lalu dia meminjam uang kepada beberapa relasi dekatnya. Bunga dari pinjaman tersebut dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Gedok menggunakan uang tersebut untuk membuka sebuah café. Bisnisnya berjalan lancar sekali, pengunjung café tersebut semakin banyak dan dia terus menambah fasilitas café-nya untuk menarik pengunjung lebih banyak lagi.

Jumat, 07 Oktober 2011

Hidup Yang Biasa-biasa Seumur Hidup?

Aku sempat protes kepada Yang Kuasa di atas, kenapa tidak dianugrahi hidup seperti kata-kata pada salah kaos DAGADU “muda bersenang-senang, tua kaya raya, mati masuk surga”. Namun kenyataannya harus dilahirkan di kota kecil dengan kehidupan yang biasa-biasa saja, telah bekerja lebih dari 15 tahun pun masih biasa-biasa saja karir & penghasilannya. Sepertinya hidup ini ditakdirkan harus mengikuti lirik lagu dangdut ”yang sedang-sedang saja”. Toh aku jadi orang tidak jahat atau tergolong orang baik, selayaknya orang lain lah, taat peraturan dan menjalanan etika dimana saja, sedikit religius dan suka menolong orang. Namun apakah itu cukup sebagai tiket mendapat rezeki banyak? (kaya mendadak-red)

Namun setelah menjalani hidup lebih dari sepertiga abad, aku baru bisa menyimpulkan kenapa hidupku ini sangat biasa-biasa saja. Sekolah biasa, kuliah biasa & kerja juga biasa2 saja. Semua terkait dari cara berpikir kebanyakan orang, bahwa apa yang telah dimiliki, dijalani adalah hal-hal biasa saja, STD (standar). Kalau dibuat kurva normalnya maka aku bisa pastikan berada di tengah-tengahnya 60% yang sedang-sedang, sisanya 20% diatas rata-rata, 20% dibawah rata-rata. Apakah harus menjadi kecewa dan marah memiliki hidup yang biasa-biasa saja? OH my God! Tentu tidak. Dalam hal-hal biasa masih ditemukan hal-hal luar biasa atau istimewa, seperti duduk di atap gedung DPR bersama ribuan orang di masa reformasi, makan restoran di lantai 46 gedung bertingkat Jakarta, tidur di hotel mewah bintang 5 karena pekerjaan. Naik pesawat meskipun masih kelas ekonomi, bisa naik kereta ekspress dan banyak aktivitas lain yang mungkin orang-orang biasa lainnya belum pernah mengalaminya. Aku menganggap semuanya bonus & keajaiban hidupku. Setidaknya untuk membesarkan hati.

Orang Jelek Dilarang Bodoh Apalagi Melarat

Dunia begitu mendeskreditkan orang jelek. Sering kita mendengar kalimat ini ”Sudah jelek bodoh lagi” atau  ungkapan seperti ini ”Sudah jelek melarat pula”. Lebih  parah lagi, ”sudah jelek, bodoh dan miskin lagi” . Itulah potret hidup paling terkutuk yang sebisa mungkin dihindari orang.. Kalaupun jelek, sedikit pintar atau agak kayalah agar punya nilai lebih. Tetapi kerap hidup bersikap tidak adil terhadap seseorang yang jelek nan bodoh bin melarat itu.

Definisi Jelek
Semua orang tahu apa itu muka jelek dengan melihat ciri-ciri jasmaniahnya.. Jelek menurut definisi umum adalah wajah di bawah garis pas-pasan saja atau tidak proporsional organ yang menempel di wajahnya ataupun letaknya kurang pas. Kalau hidung yang dipuja adalah mancung, maka dia berhidung pesek. Namun kategori jelek akan berbeda bagi setiap masyarakat. Sederhananya, jelek berarti tidak punya nilai estitika atau keindahan dipandang dari sudut manapun. Memang penilaian jelek ini sangat subyektif sifatnya, penilaian jelek di suatu tempat pasti akan berbeda dengan tempat lain, karena anatomi tubuh, warna kulit dan penunjang kecantikan atau ketampanan setiap tempat berbeda.

Jumat, 30 September 2011

Membangun Kepercayaan Diri


Pada suatu akhir pekan, seorang pria bernama Malcolm, bertempat tinggal di Vancouver, mengajak tunangannya berjalan-jalan melewati hutan utara British Colombia. Entah bagaimana mereka terjebak diantara seekor beruang dan anak-anaknya. Induk beruang itu, karena ingin melindungi anak-anaknya, menarik dan mencengkram tunangan Malcolm. Tinggi badan Malcolm hanya sekitar 157 cm, sedangkan beruang itu sangat besar. Namun, dia mempunyai keberanian dan berhasil membebaskan tunangannya. Kemudian, induk beruang menangkap Malcolm dan mulai meremukkan setiap tulang pokok di tubuhnya. Induk beruang mengakhiri serangan dengan menancapkan cakarnya pada wajah Malcolm dan mencakar lurus hingga ke kepala bagian belakang.

Ajaib, ternyata Malcolm tetap hidup. Selama delapan tahun dia berulang-ulang menjalani operasi pemulihan. Selama itu, para dokter telah melakukan semua bedah kosmetik yang mungkin bisa mereka lakukan. Namun, semua itu tidak cukup menolong Malcolm dan Malcolm memandang dirinya sebagai si buruk rupa. Dia tidak ingin lagi tampil di hadapan umum.

Oleh karena itu, pada suatu hari Malcolm naik dengan kursi rodanya ke atap lantai sepuluh gedung pusat rehabilitasi. Ketika sedang bersiap-siap untuk mendorong tubuhnya melintasi batas bangunan, ayahnya muncul. Sebelumnya, sang ayah mendengar bisikan hatinya yang menyuruh dia untuk menemui anaknya. Pada waktu yang tepat, sang ayah muncul di puncak tangga dan berkata, “Malcolm, tunggu sebentar.” Mendengar suara ayahnya, Malcolm membalikkan badan di atas kursi rodanya.

Tentang Disiplin

Disiplin adalah sebuah mata pelajaran yang penting di sekolah kehidupan.
Sejumlah pakar di bidang pengembangan harkat dan martabat manusia berpendapat bahwa;
disiplin adalah kunci pembuka jalan menuju keberhasilan dan kebahagiaan.
Dengan disiplin, kita mengubah realita agar lebih dekat dengan cita-cita.
Dengan disiplin kita mengubah potensi sampai teraktualisasi.
Dengan disiplin kita mewujudkan impian menjadi kenyataan.
Dengan disiplin kita mentransformasi inspirasi menjadi prestasi.
Dengan disiplin kita bisa menata hidup agar bergerak ke arah yang lebih
bermanfaat bagi lingkungan di sekitar kita.
Dengan disiplin, kita sesungguhnya menciptakan masa depan kita sendiri.

Dalam sebuah buku kecil yang diterbitkan untuk ulang tahun ke-40 kawan saya Handoko Wignyowargo belum lama berselang, istrinya Magdalena Subijanto menulis, antara lain; Handoko kini menjadi penulis kolom tetap untuk sejumlah media, antara lain Majalah Properti, Majalah Manajemen, dan majalah Indonesia Corp. Banyak yang berpikir bahwa kemampuan menulisnya karena ia dulu kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi UI. Saya harus katakan sejujurnya bahwa hal itu tidak benar.
Sepengetahuan saya Handoko sudah pintar menulis sejak dia berumur 13 tahun. Kala itu kami mulai berkorespondensi, surat-surat Handoko kepada saya adalah bukti kemampuannya menulis. Surat-surat dari Handoko bukan hanya sering, tetapi juga panjang dan menceritakan banyak hal dalam bahasa yang enak dibaca. Handoko bahkan pernah menulis surat kepada saya sepanjang 2 meter, yang sampai hari ini masih saya simpan dengan baik.

Sebuah kebiasaan yang tidak banyak diketahui orang lain adalah kebiasaannya bangun jam 04.00 setiap pagi. Itu dilakukannya setiap hari, meski weekend dan hari libur. Dan itu dilakukannya tanpa jam weker! Biasanya yang dilakukan Handoko di pagi hari adalah membaca buku, kadang-kadang ia tenggelam bersama komputernya, apakah itu menulis artikel ataupun bermain-main dengan internet dan e-mailnya, atau sesekali mengirim dan membalas SMS.