“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" Yohanes 15:16

Selasa, 02 April 2013

Kisah Para Rasul 11:15-18 (Khotbah Minggu, 28 April 2013)

Memuliakan Allah melalui Pekabaran Injil

Pendahuluan
Dalam Kisah Para Rasul 10 diceritakan bahwa Petrus membaptis Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Kejadian ini terjadi di Kaisarea, ibukota Yudea di bawah pemerintahan Romawi. Kota ini merupakan kota perdagangan yang baik, dihias dengan istana-istana, gedung-gedung umum dan suatu amfiteater yang besar. Kaisarea mempunyai penduduk campuran. Kornelius merupakan seorang non-Yahudi yang dikenal sebagai ‘orang-orang yang takut akan Allah’, yang dalam konteks ini mengacu pada orang nonYahudi yang beribadah kepada Allah Israel. Mereka melakukan praktik-praktik keagamaan Yahudi, misalnya memberi sedekah dan berdoa. Setelah berkhotbah kepada Kornelius di rumahnya, Petrus menyuruh mereka dibaptis.

Mazmur 66:1-7 (Khotbah Minggu, 21 April 2013)

Sudahkah Anda Mengucap Syukur Hari Ini?


Pendahuluan
Minggu ini dinamai Jubilate, artinya: “Semuanya bersukacita kepada Allah”. Kata semua, berarti tanpa kecuali. Yang tua, yang muda, yang hidupnya susah, yang hidupnya senang, yang sedang berpesta maupun yang sedang menghadapi kemalangan. Yang bebas bekerja maupun yang sedang ada di penjara, tanpa kecuali!
           
Dalam nats ini, pemazmur mengajak umat Israel mengucap syukur bahkan dengan sorak-sorai (seperti menonton sebuah pertandingan sepak bola) mengingat kebaikan Allah yang telah menyelamatkan mereka dari tanah perbudakan Mesir, yang menjauhkan mereka dari kematian hingga tiba di Tanah Perjanjian.

Melalui nats ini kita juga diingatkan agar tidak melupakan peranan Allah yang begitu besar dalam mengiringi perjalanan hidup kita, baik suka maupun duka.

Matius 9:35-38 (Khotbah Minggu, 14 April 2013)

Berbelas Kasihan

Pendahuluan
Teks ini merupakan kesimpulan dari pelayanan-pelayanan Yesus yang dijelaskan dalam bagian-bagian sebelumnya. Kata “demikianlah” menunjukkan hal itu.

Pada ayat-ayat sebelumnya diceritakan bagaimana Tuhan Yesus berkeliling ke semua kota dan desa untuk mengajar dalam rumah-rumah ibadat, memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan orang-orang yang dijumpainya.

Di banyak kota dan desa yang dimasuki Tuhan Yesus bersama para muridNya, ada begitu banyak orang yang memerlukan 'pelayanan', sementara yang dapat melayani hanya sedikit. Tergerak oleh belas kasihan, Tuhan Yesus menyampaikan kepada para pengikutNya untuk berdoa; meminta kepada Bapa di Sorga agar mengirimkan lebih banyak lagi para pelayan.

Kisah Para Rasul 5:27-32 (Khotbah Minggu, 7 April 2013)

Menjadi Saksi Kristus

Pendahuluan
Setelah Yesus dibangkitkan, Dia naik ke sorga dan mengutus Roh Kudus untuk menolong manusia dalam hidupnya. Amanat agung Tuhan Yesus untuk menjadikan segala bangsa menjadi muridNya, ditambah lagi peneguhanNya atas diri para rasul untuk menjadi saksiNya (1:8) menjadikan teks ini mengacu pada tugas memanggil orang lain datang pada Yesus. Tugas pekabaran injil oleh para rasul pada permulaannya dialamatkan kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem. Teks ini merupakan rangkaian dari peristiwa pekabaran injil yang para rasul lakukan di Yerusalem.

Minggu, 24 Maret 2013

Filipi 2:5-11 (Khotbah Minggu, 24 Maret 2013)

Ketaatan Mendatangkan Kemuliaan

Pengantar
Kala itu, ada gejolak dalam kehidupan Gereja Filipi. Dari luar, jemaat menghadapi penganiayaan dari orang-orang yang tidak menyukai keberadaan mereka. Dari dalam, ada beberapa orang anggota jemaat yang saling berseteru satu sama lain (Flp. 4:2). Belum lagi guru-guru palsu yang membingungkan Gereja dengan ajaran-ajarannya yang menyesatkan (Flp. 3:2). Gejolak kehidupan gereja seperti itu bisa saja menggoda jemaat untuk tidak lagi taat iman. Oleh sebab itu menjadi perlu, jemaat ini mengingat kembali “ketaatan yang berkorban”, yang telah ditunjukkan oleh Kristus, agar mereka dapat berdamai dengan Allah, dengan diri sendiri dan dengan orang lain.

Jumat, 08 Maret 2013

Lukas 15:11-32 (Khotbah Minggu, 10 Maret 2013)

Sukacita Atas Pertobatan Orang Berdosa

Pedahuluan
Pandangan Tuhan Yesus terhadap orang-orang berdosa berbeda dari pandangan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Farisi dan ahli Taurat keberatan atas tindakan Tuhan Yesus terhadap para pemnungut cukai dan orang-orang berdosa (ay. 1). Bagi orang Farisi dan para ahli Taurat, mereka adalah orang-orang yang berstatus “tidak masuk hitungan” di tengah-tengah masyarakat, dan yang harus disingkirkan. Siapa saja yang berpihak pada orang-orang seperti itu pantas dicurigai. Itulah sebabnya orang Farisi dan ahli Taurat bersungut-sungut karena Yesus seakan-akan memanjakan orang-orang itu (ay. 2). Padahal bagi Yesus kehadiran orang-orang tersingkir itu, yang dianggap tidak layak bergaul dengan orang-orang benar termasuk dalam ‘program kerja’-Nya. Karena kedatangan Tuhan Yesus justru mau mencari orang-orang yang hilang, orang-orang tersingkir, atau dalam istilah teologinya disebut; orang-orang berdosa. Tuhan Yesus adalah Juruselamat, yang menghapus dosa, yang mencari orang yang hilang, orang yang kehilangan status anak agar menjadi anak kembali dalam Kerajaan Allah.

Jumat, 30 November 2012

Serrafona


Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorang pun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun.

Minggu, 21 Oktober 2012

Markus 10:35-45 (Jamita Minggu, 21 Oktober 2012)

Manghobasi, Ndada Sihobasan

Patujolo
“Ise ma na lomo rohana, molo ingkon gabe parhobas di halak na asing?” On ma pandohan si Plato, sahalak filsuf ni Junani na tarbarita i. Sian pandohan on, tarida do kejujuran i si Plato martimbangkon torop halak na jotjot mandok rade ibana gabe parhobas hape molo di praktekna, “Ai ise huroha ho? Na hatobanmu do ahu?”

Jumat, 12 Oktober 2012

Ibrani 4:12-16 (Khotbah Epistel)

Firman Tuhan Tidak Dapat Dibohongi

Pendahuluan
Kutipan sebuah syair lagu yang dipopulerkan oleh Syahrini, “…kau selalu permainkan wanita, kau ciptakan lagu tentang cinta, hingga semua tahu kau mahluk sempurna…” Demikianlah ada banyak orang menjalani hidupnya dengan banyak kepura-puraan dan segala macam kebohongan. Untuk menutupi kekurangan, kejelekan dirinya, seseorang biasanya akan membuat tampilan luar dirinya menjadi menarik. Misalnya; suamu isteri yang tampak mesra di hadapan umum, padahal di rumah sering cekcok. Tutur kata yang terkesan sopan (bermanis bibir) dihadapan lawan bicara, padahal hatinya tidak senang.  dan segala macam kepura-puraan lainnya. Manusia mungkin bisa dikelabui oleh kepura-puraan seperti itu namun Tuhan tidak.

Jumat, 05 Oktober 2012

Markus 10:2-16 (Khotbah Epistel)

Prinsip Rumah Tangga Kristen

Pendahuluan
Perkawinan dan rumah tangga adalah salah satu topik yang sangat menarik dan penting untuk dipelajari oleh orang Kristen, baik mereka yang sedang berencana untuk berumah tangga maupun mereka yang telah berumah tangga. Salah satu tujuan penting mempelajari topik ini agar “...kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan...” (Ibrani 13:4a). Mengapa perlu menghormati perkawinan? Karena perkawinan dan rumah tangga adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh Allah sendiri.