“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" Yohanes 15:16

Jumat, 20 Mei 2016

Mazmur 8:1-10

Manusia, Istimewa Diantara Ciptaan

Pendahuluan
Mazmur ini merupakan kidung pujian kepada Allah karena telah memberikan kepada manusia tanggung jawab dan martabat. Kej 1:1-2:3 dan Maz. 104 menjelaskan bahwa bumi dan langit, yang sekarang diatur dengan indah dan teratur, mengundang kita untuk memuji Sang Pencipta. Pemazmur mengungkapkan kekagumannya atas dunia yang begitu indah. Manusia berdiri antara bumi dan langit; dunia diciptakan buat manusia.

Rabu, 20 April 2016

Kisah Para Rasul 11:1-18 (Khotbah Minggu, 24 April 2016)

Pertobatan Yang Memimpin Kepada Hidup

Pendahuluan.
Petrus adalah seorang Yahudi  dan berprofesi sebagai Rohaniawan sedangkan Kornelius adalah seorang Romawi sekaligus bekerja sebagai tentara. Secara politik ke dua orang ini berseberangan bahkan bermusuhan yang satu lemah dan yang satu kuat karena bersenjata. Namun, ada satu hal yang menyatukan mereka; keduanya mendapat pengilhaman dari Roh Kudus. Petrus mendapat penglihatan aneh untuk ukuran ke-Yahudiannya. Sementara Kornelius mendapat pesan untuk mengundang Petrus ke rumahnya (ay. 9). Mereka sangat berbeda, tetapi ada sesuatu yang lebih besar dari mereka yang mempertemukan keduanya untuk saling meneguhkan. Kisah Kornelius membuat Petrus mengerti maksud dan Visi yang ia lihat.

Jumat, 04 Desember 2015

Filipi 3:1-11

Suci Tak Bercacat Menjelang Hari Kristus
                                                                                                        
Pendahuluan
Dalam kehidupan di dunia, tidak jarang Tuhan mengijinkan kita menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Yang harus kita perhatikan, bagaimana sikap kita menghadapi setiap persoalan ini? Satu masalah yang sama, tetapi bisa disikapi oleh orang dengan cara yang berbeda.

Rasul Paulus sarat dengan nasihat yang sangat bermanfaat yang dapat membuat kita tetap kuat dalam menghadapi setiap problem kehidupan yang kita alami selama kita ada dimuka bumi ini.

Paulus menulis surat Filipi ini ketika ia ada di dalam penjara. Saat itu sudah kira-kira ia dipenjara dengan tangan kaki yang terbelenggu. Sungguh suatu keadaan yang tidak mengenakan. Tetapi yang luar biasa, dari seluruh isi surat Filipi, tidak pernah sekalipun kita jumpai kalimat-kalimat mengumpat. Yang ada justru ucapan-ucapan syukur kepada Tuhan. 

Jumat, 14 Agustus 2015

Ibrani 13:1-15

Kasih Persaudaraan
(Kehidupan Kristen Dalam Praktik)

Pendahuluan
Penulis Ibrani mengakhiri suratnya dengan nasihat-nasihat yang berisi dorongan-dorongan agar pembaca surat ini mempunyai kehidupan yang berpadanan dengan iman. Wujud iman tidak hanya tampak dari keyakinan orang Kristen untuk tidak menyangkal Kristus dan ketekunannya mengikut Dia, tetapi harus juga dapat dilihat dan dipraktikkan dalam hidup sehari-hari. Praktik iman harus dimulai dari lingkungan sendiri, yaitu keluarga dan gereja. Nasihat-nasihat penulis Ibrani ini bersifat praktis agar iman para pembacanya dapat dilihat oleh orang banyak.

Selasa, 02 Juni 2015

2 Korintus 6:1-13 (Khotbah Minggu, 21 Juni 2015)

Tidak Menyianyiakan Kasih karunia Allah

Pendahuluan
Usaha untuk mencapai sebuah prestasi lebih mudah dibandingkan usaha untuk mempertahankannya. Hal ini berlaku dalam berbagai bidang, misalnya; dalam bidang olahraga, pendidikan, dll. Demikian juga hal ini berlaku dalam bidang kerohanian. Lebih mudah memperoleh pengampunan dibandingkan mempertahankan pengampunan itu, lebih mudah memperoleh kasih karunia Allah dibandingkan mempertahankan kasih karunia itu.

Gereja Korintus ada di dalam bahaya menyia-nyiakan kasih karunia Allah yang telah mereka terima. Mereka ada dalam bahaya mengabaikan nasihat Paulus dan dibingungkan oleh rupa-rupa pengajaran yang lain. Paulus mendorong mereka untuk tidak menunda-nunda kesempatan untuk membiarkan Kristus masuk di dalam kehidupan mereka.

Kamis, 14 Mei 2015

Matius 28:16-20 (Khotbah Hari Kenaikan Tuhan Yesus)

 BERITAKANLAH INJIL!


PENDAHULUAN.
Nats ini dikenal sebagai “Amanat Agung” Tuhan Yesus Kristus kepada semua orang percaya. Mula-mula amanat ini ditujukan kepada ke-11 murid lalu diteruskan kepada semua orang Kristen di setiap zaman.

Jumat, 10 April 2015

Mazmur 133:1-3

Berkat TUHAN bagi Kehidupan Yang Rukun

Pendahuluan
Pemazmur  sadar betul bahwa ada kebaikan dan keindahan dalam suatu kerukunan, oleh karena itu setiap orang diajak untuk hidup dalam kerukunan.

Kalau kita membuat suatu alur, maka bisa kita gambarkan bahwa akhir dari proses ini adalah kebaikan dan keindahan, yang dihasilkan dari sebuah kerukunan, sedang kerukunan adalah hasil kontribusi sikap dan tindakan yang baik dari dua atau lebih orang/pihak. Ajakan hidup dengan rukun di dasari adanya dua atau lebih pihak dalam suatu komunitas sehingga diperlukan sikap dan tindakan yang baik untuk menciptakan kerukunan diantara mereka. Jadi kerukunan tidak tercipta begitu saja secara tiba-tiba tapi merupakan andil dari orang-orang yang termasuk dalam suatu komunitas itu.

Rabu, 11 Maret 2015

Ibrani 12:18-19 (Khotbah Minggu, 15 Maret 2015)

Beribadah Dengan Hormat Dan Takut

Pendahuluan
Ketika bangsa Israel berkumpul di gunung Sinai untuk menerima 10 Hukum Allah, kilat dan petir menyambar-nyambar dan bunyi guntur berguruh secara mengerikan. Bangsa Israel segera mundur dan tidak mampu menghampiri hadirat-Nya karena ketakutan yang luar biasa.

Betapa berbedanya keadaan di Bukit Sion, gunung anugerah Allah dimana umat manusia dipanggil untuk datang ke hadirat Allah dengan penuh keberanian. Namun penerima surat Ibrani sedang dalam bahaya karena mereka berkeinginan untuk kembali ke Sinai. Mereka memilih sistem pengorbanan yang tidak sempurna daripada pengorbanan Kristus yang sekali dan untuk selamanya, memilih legalisme yang sia-sia daripada Injil kasih karunia.  Di Bukit Sion, orang kristen bertemu dengan Yesus, Sang Pengantara. Melalui-Nya orang kristen dimampukan untuk mendatangi hadirat Allah dan mengalami hubungan yang akrab dan intim.

Rabu, 12 November 2014

1 Tesalonika 5:1-11

Persiapan Diri Menyambut Kedatangan Tuhan

Pendahuluan
Tema yang paling menonjol dari surat ini adalah mengenai ‘kedatangan Kristus’ kedua kali (parousia) untuk membebaskan umatNya dari murka Allah di atas muka bumi ini. Orang-orang yang baru bertobat di Tesalonika terganggu dengan soal kedatangan Kristus yang kedua, karena 2 alasan:
1.   Mereka khawatir tentang nasib teman-teman mereka yang telah meninggal tidak turut diangkat ke atas awan-awan pada saat kedatangan Yesus.
2.   Mereka prihatin (takut) terhadap hari penghakiman yang akan datang.

Untuk hal yang pertama, Paulus telah menjelaskan tentang kebangkitan dalam 1 Tes. 4:13-18 yang memberikan berita yang menghibur bagi jemaat Tesalonika sekaligus menolong mereka untuk saling menguatkan (1 Tes. 4:18).

Untuk hal yang kedua, yaitu nas kita saat ini (1 Tes. 5:1-11), Masalah yang terjadi di jemaat Tesalonika saat itu ialah ada beberapa anggota jemaat yang mencoba ‘menghitung’ saat kedatangan Yesus yang kedua kali, dimana melalui nubuatan, mereka berharap dapat memprediksi saat peristiwa akhir itu tiba, agar mereka mengetahui kapan untuk mulai bersiap-siap menyambutNya. Sebagai akibatnya ada beberapa orang yang hidup tanpa merasakan pentingnya ‘persiapan’ bagi kedatangan Tuhan. Untuk itu Rasul Paulus mengajak mereka untuk menyadari pentingnya mengadakan ‘persiapan’ bagi kedatangan Yesus yang kedua kali.

Zefanya 1:7+12-18 (Khotbah Minggu, 16 Nopember 2014)

Hari Tuhan Sudah Dekat

Pendahuluan
Sebagian besar kitab Zefanya adalah peringatan serius mengenai hukuman Allah yang akan datang. Zefanya melihat datangnya hukuman yang meliputi seluruh dunia karena dosa-dosa umat manusia (Zef 1:2; Zef 3:8), tetapi secara khusus ia fokus pada hukuman yang akan menimpa Yehuda karena dosanya (Zef 1:4-18; 3:1-7). Zefanya menyampaikan nubuat yang mengimbau agar bangsa itu bertobat dan mencari Tuhan dalam kerendahan hati sebelum keputusan itu dilaksanakan (Zef 2:1-3).

Zefanya juga bernubuat mengenai datangnya hukuman atas lima bangsa asing: Filistia, Amon, Moab, Etiopia, dan Asyur (Zef 2:14-15). Setelah mengulas dosa-dosa Yerusalem lagi (Zef 3:1-7), sang nabi menubuatkan suatu ketika Allah akan mengumpulkan kembali, menebus, dan memulihkan umat-Nya. Mereka akan bersorak dengan gembira sebagai penyembah sejati Tuhan Allah; Dia akan ada di tengah-tengah mereka sebagai pahlawan perang yang menang (Zef 3:9-20).