Kamis, 03 Juni 2021
Sabtu, 29 Mei 2021
Allah Memberi Manna Setiap Hari Bukan Sekaligus
Rabu, 26 Mei 2021
Sabtu, 22 Mei 2021
Sabtu, 18 April 2020
Wahyu 12:10-12
Menyanyikan
Keselamatan Dari Tuhan
Pendahuluan
Gereja
Tuhan sejak Zaman Gereja Mula-mula sampai pada Zaman Akhir ini, telah
menghadapi peperangan terpanjang dalam sejarah. Ini adalah peperangan melawan
iblis. Peperangan itu dimulai di surga. Peperangan antara Mikhael (dalam bahasa
Ibrani berarti:“Siapa seperti Allah?”) dan naga (si ular tua atau iblis atau
setan; Wahyu 12:7-9) yang memberontak, adalah makhluk ciptaan yang berperang
melawan Pencipta yang kekal (Ibr. 1:1, 2; Yoh 1:1–4).
Gagal
dalam peperangan melawan Kristus di surga, Setan berusaha menyerang-Nya di
dunia setelah kelahiran manusia-Nya (Why. 12:4). Gagal melawan Kristus, dan
kemudian gagal melawan Dia di padang gurun dan kemudian di Salib, Setan—setelah
kekalahan yang tidak dapat diubah di Golgota—pergi berperang melawan umat
Allah. Peperangan ini sangat hebat sepanjang sejarah kekristenan (Why. 12:6,
14-16) dan akan dilanjutkan sampai akhir zaman (Why 12:17), sampai Setan
menghadapi kekalahan yang lain, saat kedatangan Yesus yang kedua kali.
1 Tawarikh 16:31-36
Bersoraklah
Bagi Tuhan
Pendahuluan
Nas
yang menjadi bacaan kita saat ini adalah bagian dari nyanyian pujian Daud
kepada Allah ketika membawa Tabut Perjajian ke Yerusalem. Tabut Perjanjian
adalah tabut yang suci sebagai tanda kasih setia Tuhan atas umatNya. Tabut
Perjanjian menjadi tanda kehadiran Allah diantara umatNya.
Tabut
Perjanjian (Ul. 31:26), Tabut Allah (1 Sam. 3:3) atau juga disebut dengan Tabut
Kesaksian berisikan Loh Batu kesepuluh Hukum Taurat, Roti Manna dan Tongkat
Harun. Sesuai dengan perintah Tuhan untuk membuat suatu tabut dan di taruh di
dalam kemah kudus.
Daud
seorang yang mengutamakan Tuhan. Setelah selesai peletakan Tabut Allah di kemah
yang disediakan dan ritual mempersembahkan korban dilaksanakan, Asaf dan
saudara-saudara sepuaknya disuruh Daud untuk menyanyikan syukur bagi Tuhan.
Kolose 1:11-20
Segala
Sesuatu Diciptakan Dan Diperdamaikan Di Dalam Dia
Pendahuluan
Kitab
Kolose merupakan suatu dokumen yang mengandung arti yang dalam sekali dan tidak
ternilai harganya. Uraian ajaran ini bernada pembelaan karena Paulus bermaksud memerangi
ajaran-ajaran mistik dan asketik yang bercorak Yahudi dengan pengertian yang
salah tentang alam, penyembahan kepada malaikat-malaikat. Tema pokok Kolose ini
adalah kepenuhan dan keutamaan Kristus dan kesempurnaan orang Kristen dalam Dia
dibandingkan mistik dan siksaan diri yang diajarkan oleh ilmu filsafat dan
hikmat manusia. Ajaran sesat yang mencampurkan teosofi, agama Yahudi dan
asketisisme itu nampak bersifat rohani, tetapi pada hakekatnya menjauhkan
Kristus dari jabatan-Nya sebagai Tuhan.
Jumat, 20 Mei 2016
Mazmur 8:1-10
Manusia,
Istimewa Diantara Ciptaan
Pendahuluan
Mazmur ini merupakan kidung pujian kepada
Allah karena telah memberikan kepada manusia tanggung jawab dan martabat. Kej
1:1-2:3 dan Maz. 104 menjelaskan bahwa bumi dan langit, yang sekarang diatur
dengan indah dan teratur, mengundang kita untuk memuji Sang Pencipta. Pemazmur
mengungkapkan kekagumannya atas dunia yang begitu indah. Manusia berdiri
antara bumi dan langit; dunia diciptakan buat manusia.
Rabu, 20 April 2016
Kisah Para Rasul 11:1-18 (Khotbah Minggu, 24 April 2016)
Pertobatan Yang Memimpin Kepada Hidup
Pendahuluan.
Petrus adalah seorang Yahudi dan berprofesi sebagai Rohaniawan sedangkan
Kornelius adalah seorang Romawi sekaligus bekerja sebagai tentara. Secara
politik ke dua orang ini berseberangan bahkan bermusuhan yang satu lemah dan
yang satu kuat karena bersenjata. Namun, ada satu hal yang menyatukan mereka;
keduanya mendapat pengilhaman dari Roh Kudus. Petrus mendapat penglihatan aneh
untuk ukuran ke-Yahudiannya. Sementara Kornelius mendapat pesan untuk
mengundang Petrus ke rumahnya (ay. 9). Mereka sangat berbeda, tetapi ada
sesuatu yang lebih besar dari mereka yang mempertemukan keduanya untuk saling
meneguhkan. Kisah Kornelius membuat Petrus mengerti maksud dan Visi yang ia
lihat.
Jumat, 04 Desember 2015
Filipi 3:1-11
Suci
Tak Bercacat Menjelang Hari Kristus
Pendahuluan
Dalam kehidupan di dunia, tidak jarang Tuhan mengijinkan kita menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Yang harus kita perhatikan, bagaimana sikap kita menghadapi setiap persoalan ini? Satu masalah yang sama, tetapi bisa disikapi oleh orang dengan cara yang berbeda.
Dalam kehidupan di dunia, tidak jarang Tuhan mengijinkan kita menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Yang harus kita perhatikan, bagaimana sikap kita menghadapi setiap persoalan ini? Satu masalah yang sama, tetapi bisa disikapi oleh orang dengan cara yang berbeda.
Rasul Paulus sarat dengan nasihat yang sangat bermanfaat yang dapat membuat kita tetap kuat dalam menghadapi setiap problem kehidupan yang kita alami selama kita ada dimuka bumi ini.
Paulus menulis surat Filipi ini ketika ia ada di dalam penjara. Saat itu sudah kira-kira ia dipenjara dengan tangan kaki yang terbelenggu. Sungguh suatu keadaan yang tidak mengenakan. Tetapi yang luar biasa, dari seluruh isi surat Filipi, tidak pernah sekalipun kita jumpai kalimat-kalimat mengumpat. Yang ada justru ucapan-ucapan syukur kepada Tuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)