“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" Yohanes 15:16

Senin, 09 Desember 2013

Matius 3:1-12 (Khotbah Minggu Advent IV, 22 Desember 2013)

Persiapkan Jalan Untuk Tuhan

Pendahuluan
Injil Matius dikenal sebagai Injil yang sangat dekat dengan tradisi Perjanjian lama dan struktur Injil Matius juga dikenal sangat sistematis, dengan tema-tema yang terkait satu dengan yang lain. Sehingga memudahkan pembaca untuk memahami hubungan satu kisah dengan kisah-kisah berikutnya. Hal itu misalnya dapat dilihat dari bagian pendahuluan Injil Matius (Pasal 1-4) yang menjelaskan kelahiran Yesus Kristus sebagai penggenapan janji Allah tentang kedatangan Mesias dari keturunan Daud, kisah kelahiranNya sesuai dengan nubuat PL. Penggenapan akan janji Allah tentang kedatangan Mesias, itu dipersiapkan sendiri oleh Allah dalam perjalanan sejarah umatNya ditengah-tengah dunia. Hal ini sangat jelas kelihatan dalam nats khotbash ini, khususnya dengan penampilan Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea. Pelayanan Yohanes Pembaptis adalah bagian yang task terpisahkan dari rencana pelayanan Yesus kepada Penduduk Yerusalem dan seluruh Yudea, dengan melayankan Baptisan pertobatan kepada mereka, sungguh menjadi titik awal pelayanan Yesus Kristus dalam sejarah keselamatan dunia. Singkat kata pelayanan Yohanes Pembaptis adalah pintu masuk bagi karya keselamatan di dalam hidup dan pelayanan Yesus Kristus.
 
Penjelasan
1.    Hidup dan pelayanan Yohanes Pembaptis adalah Pintu masuk bagi Yesus Kristus memulai karya keselamatan dunia. (ay 1-3),
Penampilan Yohanes Pembaptis di padang gurun menjadi sangat fenomenal karena :
Ø  Masyarakat yang haus akan perobahan sosial dan agama tiba-tiba terbangun dari mimpi lama akan kedatangan Mesias, hampir semua kalangan melihat sudah tiba saatnya janji itu digenapi.
Ø  Pilihan tempat pelayanan Yohanes Pembaptis di padang gurun, kemudian menegaskan betapa dalamnya kerinduan masyarakat akan kedatangan zaman pembaruan itu, sehingga jarak yang jauh dari kota ke padang gurun, serta segala kesulitan dan ancaman yang tidak sedikit di padang gurun pun sama sekali tidak dihiraukan penduduk Yerusalem dan seluruh Yudea.
Ø  Tema khotbah Yohanes Pembaptis benar-benar menantang seluruh umat yang merindukan kembali persekutuan yang intim dan tulus dengan Allah, sebab tidak ada orang yang boleh datang bersekutu denganNya di dalam kenajisan oleh satu titik dosa pun. Oleh karena itu, seruan Yohanes Pemnbaptis yang mengatakan :“Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat“ ay 2, memang menggetarkan hati seluruh umat itu dan menggerakkan jiwa mereka dengan tidak ragu-ragu memberi diri mereka dibaptis.

2.    Profil Yohanes Pembaptis sebagai perintis kedatangan Mesias meyakinkan umat akan penggenapan firman Tuhan (ay 4-6).
Penulis injil Matius meyakinkan pembaca Injil ini, bahwa kedatangan penduduk Yerusalem dan seluruh Yudea ke padang gurun untuk menerima baptisan pertobatan secara tidak langsung dipengaruhi oleh penampilan Yohanes Pembaptis. Masyarakat luas dengan cermat memerhatikan penampilan Yohanes Pembaptis, baik dari tata busana dan pola makan serta gagasan yang diucapkannya. Penampilan Yohanes dilihat sebagai penampakan kembali sosok Elia, nabi legendaris Israel. Elia yang penuh kharisma mendemonstrasikan kepada seluruh umat Israel bahwa Yahwe adalah satu-satunya Allah yang hidup, tidak ada Allah lain kecuali Yahwe (1 Raja 18:20-39), seakan hidup kembali. Artinya profil Yohanes Pembaptis memiliki andil yang besar juga dalam meyakinkan umat akan kebenaran khotbah pertobatan yang disampaikannya.

3.    Yohanes Pembaptis pemimpin gembala yang menggunakan tongkat dan gadanya dengan baik (ay 7-10).
Sebagaimana yang diperlihatkan Yohanes Pembaptis, bahwa teguran keras justru pertama-tama dialamatkan kepada para pemimpin umat yang dinilai korup, tidak setia dan munafik, yaitu orang-orang Farisi dan Saduki. Yohanes Pembaptis tidak ragu-ragu menegur mereka sebagai keturunan ”Ular beludak” (ay 7) dan juga teguran disampaikan kepada seluruh umat, bahwa rasa nyaman berdiri dibalik kebesaran nama Abraham secara genealogis sama sekali tidak bisa mengubah kehidupan dan masa depan mereka. Oleh karena itu Yohanes pembaptis berseru agar mereka berhenti dari rasa nyaman dan kebanggaan masa lalu yang semu, tetapi mereka harus benar-benar menanam dan memelihara pohon yang baik dan yang menghasilkan buah yang baik. Sebab nama besar Abraham tidak menghalangi ”kapak” penghukuman Tuhan untuk menebang habis orang-orang yang tidak menghasilkan buah yang baik (ay 8).

4.    Pemimpin gembala mengarahkan seluruh hidup dan pelayanannya kepada kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus (ay 11-12).
Apapun yang dilakukan dan hasil yang dicapai oleh seseorang pemimpin dalam pelayanannya harus diukur dari siapakah yang mendapat kemuliaan dan kehormatan melalui pelayanan tersebut ? Yohanes Pembaptis dengan jelas menunjukkan bahwa seluruh hidup dan pelayanannya bermuara pada pengagungan nama Yesus Kristus, Mesias yang dinanti-nantikan seluruh umat.  Yohanes Pembaptis dengan rendah hati menempatkan posisi dan seluruh pencapaiannya jauh dibawah apa yang dikerjakan dan dicapai oleh Yesus Kristus. Hal itu jelas sekali dari pernyataan simbolis ”aku membaptis kamu dengan air”, lalu memperhadapkannya dengan apa yang  akan dilakukan Yesus Kristus ”Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan Api” (ay 11). Apa yang dilakukan Yohanes Pembaptis sama sekali tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Yesus Kristus, hasila khir yang dicapai oleh pelayanan Yohanes Pembaptis hanya sebatas menjadi anggota komunitas Yahudi dddalam  agama Yahudi yang fana, tetapi apa yang dihasilkan oleh pelayanan Yesus Kristus menjadi jalan menuntun setiap orang percaya masuk ke dalam Kerajaan Allah yang kekal.

Renungan
Oleh Karena itu firman Tuhan yang menjadi khotbah dalam minggu Advent yang ke IV ini, mengajak seluruh umat untuk meneladani Yohanes Pembaptis agar hidup dan melakukan tugas panggilan masing-masing untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan membangun KerajaanNya didunia ini, dimana nama Tuhan Yesus Kristus akan diagungkan dan dimuliakan sepanjang masa. Melalui firman ini juga kita diingatkan untuk merenungkan sejauhmana kita telah merespon kerinduan warga gereja dan masyarakat melihat wujud Kerajaan Allah ditengah-tengah situasi yang kering saat ini. Gereja harus lebih konkrit memikirkan pelayanan yang sungguh-sungguh menarik perhatian dan mendorong warga jemaat melibatkan diri bagi terciptanya pertobatan sosial sebagai wujud dari pengenalan akan datangnya Kerajaan Allah.

Firman ini juga mengajak para pelayan gereja untuk memberikan keteladanan bagaimana hidup sederhana dan bertanggungjawab, dimana perkataan dan pengakuan verbal benar-benar sama dan sebangun dengan perilaku dan pelayanannya.

Yohanes memberitakan penghakiman dan undangan pertobatan. Dua hal ini disampaikan Yohanes supaya kita bisa menyiapkan diri untuk menyambut kerajaan Surga. Pertama, penghakiman, Tuhan pasti melakukan penghakiman kepada umat-Nya. Penghakiman dimulai dari gereja, orang-orang yang terdekat, pemimpin agama. Kita sebagai orang Kristen harus berhati-hati karena kita dibenarkan bukan karena jabatan ataupun latar belakang kita secara keturunan. Banyak orang Kristen terjebak dalam tradisi kekristenan, tetapi tidak ada pertobatan sungguh-sungguh. Yohanes menginginkan pertobatan yang sejati. Ia seorang yang jujur dan berani sehingga umurnya pendek. Banyak orang Kristen ingin seperti Ayub (kekayaan), Daud (kekuasaan), ataupun Salomo (kebijaksanaan), tetapi jarang dari kita yang ingin menjadi Yohanes Pembaptis yang penuh dengan kejujuran dalam memberitakan firman Tuhan.

Pdt. W.S. Napitu, MA


Postingan Terkait



0 komentar: