“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" Yohanes 15:16

Jumat, 18 November 2011

Pengakuan Iman Rasuli

Dalam tiap kebaktian Minggu kita mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli. Apakah pengakuan iman itu?  Pengakuan Iman bukan sekedar rumusan yang dihafalkan namun harus diucapkan dengan sungguh-sungguh dari hati yang terdalam dan diwujudkan dalam kehidupan beriman sehari-hari. Pengakuan Iman merupakan: Ikrar atau tekad iman kita kepada Allah, ungkapan diri pribadi dan perwujudan tanggungjawab iman kita di hadapan Allah, wujud penghormatan dan ibadah kita kepada Allah, kesaksian kita atas kebenaran dan kehendak Allah.

Pengakuan iman bukan hanya dilakukan di dalam gedung gereja saja namun secara konkrit perlu kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengakuan iman perlu kita nyatakan secara terang-terangan apabila:
1.  Berhadapan dengan penyelewengan terhadap kebenaran dan pemerkosaan keadilan
2.  Nama TUHAN dipermainkan dan kesucian iman kita dihina.
Iman kita tidak boleh disembunyikan untuk mencari aman bagi diri sendiri sebab iman itu berani hidup dalam resiko apapun dan sifatnya dinamis (Matius 10:32-33).

Pengakuan Iman dalam Alkitab
Dalam Perjanjian Lama, misalnya kita melihat Yosua mengaku imannya: ”…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN” (Yos 24:15).
Dalam Perjanjian Baru kita dapat menemukan beberapa contoh pengakuan iman seperti :
1. Pengakuan Petrus bahwa ”Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup” (Mat 16 : 16)
2. Pengakuan sida-sida dari Etiopia yang mengatakan ”aku percaya bahwa Yesus Kristus
    adalah Allah” (Kis 8 : 37)
3. Pengakuan ketritunggalan Allah dalam Matius 28 : 19
Menurut tradisi, sebagian dari pengakuan iman tersebut pada mulanya di ucapkan atau di nyanyikan berkaitan dengan baptisan. Hal ini kemudian mengilhami bapa-bapa gereja untuk menyusun rumusan pengakuan iman.

Pengakuan Iman Rasuli
Pengakuan Iman Rasuli adalah salah satu dari kredo yang secara luas diterima dan diakui oleh gereja-gereja Kristen, khususnya Gereja-gereja yang berakar dalam tradisi Barat. Di kalangan Gereja katolik Roma, kredo ini disebut Syahadat Para Rasul.

Rumusan Pengakuan Iman Rasuli

Syahadat Para Rasul
Pengakuan Iman Rasuli
(Versi Katolik Roma)
(Versi Protestan)
Aku percaya akan Allah,
Aku percaya kepada Allah,
Bapa yang mahakuasa
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan bumi.
Khalik langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus, 
Dan kepada Yesus Kristus, 
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita.
Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita
yang dikandung dari Roh Kudus, 
Yang dikandung dari pada Roh Kudus, 
dilahirkan oleh Perawan Maria; 
Lahir dari anak dara Maria
Yang menderita sengsara
Yang menderita
dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
di bawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, wafat dan dimakamkan;
disalibkan, mati dan dikuburkan;
yang turun ke tempat penantian,
turun ke dalam kerajaan maut.
pada hari ketiga bangkit
Pada hari yang ketiga bangkit pula
dari antara orang mati;
dari antara orang mati
Yang naik ke surga
Naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang mahakuasa,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa
yang Mahakuasa,
dari situ ia akan datang
Dan dari sana Ia akan datang
Mengadili orang yang hidup dan yang mati
untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati
Aku percaya akan Roh Kudus,
Aku percaya kepada Roh Kudus,
Gereja katolik yang kudus,
Gereja yang kudus dan am,
Persekutuan para kudus,
persekutuan orang kudus
pengampunan dosa,
pengampunan dosa
Kebangkitan badan
kebangkitan daging
dan kehidupan kekal. Amin
dan hidup yang kekal. Amin

Catatan: “am” dan “katolik” berarti umum, universal

Sejarah munculnya rumusan Pengakuan Iman Rasuli
Rumusan Pengakuan Iman Rasuli pada jaman dulu dikenal dengan nama symbolum apostolicum (apostolicum dari bahasa Yunani apostolos, artinya rasul). Pengakuan Iman ini selalu diucapkan pada saat seseorang akan dibaptis. Penggunaan istilah “symbolum” (“tanda”, “simbol” atau “bukti”) menunjukkan bahwa melalui pengucapan rumusan ini seseorang telah membuktikan sesuatu yang tersembunyi di baliknya, yaitu penyerahan diri kepada Allah Tritunggal melalui baptisan. 

Dalam bahasa Latin, Pengakuan Iman Rasuli disebut Credo yang artinya aku percaya. Kredo ini adalah rumusan ajaran dasar Gereja perdana yang disusun berdasarkan isi Alkitab. Pada masa ketika kebanyakan umat Kristen masih buta huruf, pengulangan secara lisan. Pengakuan Iman Rasuli ini seiring dengan Doa Bapa Kami dan Sepuluh Perintah Tuhan (Dasa Titah) membantu melestarikan dan menyebarkan iman Kristiani dari gereja-gereja Barat.

Versi tertulis yang paling awal kemungkinan adalah Kredo Tanya Jawab Hipolitus (sekitar 215 M). Pengakuan Iman ini diberikan dalam bentuk tanya jawab dengan calon baptisan yang kemudian mengakui bahwa mereka percaya tiap pernyataan. Versi yang sekarang pertama kali ditemukan di dalam tulisan-tulisan Caesarius dari Arles Symbolum Romanum (Roman Symbol). Pengakuan Iman ini  digunakan sebagai ringkasan ajaran Kristen untuk calon-calon baptisan di gereja-gereja Roma. Banyak orang Kristen percaya bahwa pengakuan iman ini berasal dari keduabelas rasul Tuhan Yesus. Namun demikian, sebenarnya pengakuan ini bukanlah dari para rasul secara langsung. Disebut “Rasuli” karena mencerminkan ajaran para rasul, namun asalnya sendiri adalah dari pergumulan orang-orang Kristen di Roma pada abad kedua untuk memformulasikan inti kepercayaan Kristiani guna dijadikan sebagai ajaran standar dalam gereja dan pedoman dalam menolak bidat. Sejak abad ke enam dan tujuh, pengakuan iman ini telah tersebar di gereja-gereja Eropa, hingga di seluruh dunia menjadi semacam inti pengajaran alkitabiah gereja-gereja resmi (non-bidat).

Secara garis besar, pengakuan iman ini dapat dikatakan bersifat Trinitarian (percaya Allah Tritunggal), dengan isi utamanya atau esensinya adalah Yesus Kristus, Anak Allah.
Pokok Pengakuan Iman Rasuli:
1.  Percaya kepada ALLAH, BAPA, Khalik langit dan bumi (Penciptaan)
2.  Percaya kepada YESUS KRISTUS, Anak Allah yang tunggal (Penebusan)
3.  Percaya kepada ROH KUDUS, Gereja yang kudus dan kuasa/karya Roh Kudus (Pengudusan)

Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
Seorang yang berkata Aku percaya tidak sekedar mengakui adanya Tuhan. Percaya adalah tindakan iman, yaitu iman yang menuntun kita untuk menjalani hidup. Seorang yang dengan mantap berkata Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi menyatakan pada dunia bahwa orang tersebut menyatukan percayanya kepada Allah yang dipanggil sebagai Bapa. Dialah yang menciptakan langit dan bumi, Dialah Allah satu-satunya yang Mahakuasa, tidak ada yang lain. Dalam pengakuan tersebut terkandung makna: seluruh hidup manusia  ada dalam genggaman tangan Allah, karena Dia Mahakuasa atas segala-galanya. Seluruh pergumulan dan masalah dapat disampaikan dan diselesaikan oleh Allah karena Dia Bapa kita. Segala sesuatu berasal dari padaNya karena Dialah Khalik langit dan bumi.

Aku percaya kepada Yesus Kristus, AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
Pengakuan percaya ini adalah inti dari iman Kristen, bahwa Yesus Kristus. Adalah Anak Allah Bapa Yang Tunggal, Tuhan kita. Rumusan ini dibuat demikian sebagai respon terhadap kalangan yang mengaku Kristen namun tidak mengakui ketuhanan Yesus. Kelompok seperti Arianisme dan Ebionisme  menolak bahwa Yesus itu Allah. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemahaman iman diantara jemaat, maka gereja merumuskan Pengakuan Iman tersebut sebagai penegasan.

Percaya kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus tidak berarti kita percaya pada dua Tuhan. Kita percaya kepada Allah yang sudah memperkenalkan diriNya didalam Yesus Kristus. Artinya : Kita percaya pada Yesus Kristus, yang sudah menyatakan kepada kita, siapa dan bagaimana Allah yang hidup itu sesungguhnya. Sebab itu Yesus Kristus diberi gelar Immanuel, artinya : Allah menyertai kita (Matius 1:23b).

Aku percaya kepada Roh Kudus.
Roh Kudus adalah hakekat Tuhan Allah sendiri. Percaya kepada Roh Kudus berarti mengakui karya dan peran Roh Kudus dalam kehidupan orang beriman juga dalam kehidupan gereja Tuhan. Orang yang mau dipimpin dan hidup di dalam Roh Kudus akan  hidup melakukan kehendak dan perintah TUHAN serta mampu menghasilkan buah Roh Kudus.

Pengakuan Iman bukanlah Doa
Sekalipun ditutup dengan kata “Amin”, pengakuan iman bukanlah sebuah doa melainkan sebagai suatu ikrar (seperti sudah dijelaskan di atas). Kata “Amin” disini merupakan bentuk permohonan kita kiranya Tuhan Allah menerima pengakuan iman yang telah kita ikrarkan.

Pdt. Anthony L Tobing

Sumber:
1.       Boland,BJ, Niftrik,G.C.v, Dogmatika Masa Kini, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1995.

Postingan Terkait



2 komentar:

Anonim mengatakan... Balas

Trimakasih banyak pak Pendeta. GOD BLESS U

Anthony L Tobing mengatakan... Balas

@Anonim:ur wellcome, GBU too